Salamun Qoulan Min Robbirrohiem,,,,,

Salamun Qoulan Min Robbirrohiem,,,,,

Saturday, August 4, 2007

cara jitu agar belajar biar cepat golnya,,,

Cara Jitu Agar Belajar Kita Lebih Cepat Goal-nya
Oleh: Faiqotul Husna

Musim ujian sudah berlalu, bukan? Sekarang waktunya kembali lagi ke university. Oh ya, bagaimana dengan hasil ujian Anda? Pasti beragam jawabannya. Ada yang bilang memuaskan, cukup puas bahkan ada pula yang tidak memuaskan. So, penulis sarankan bagi yang gagal jangan pernah menyerah. Biasanya orang gagal akan berhenti dan bertanya: “Kenapa saya gagal?” Tapi beda halnya dengan orang jenius, ia akan bertanya: "Apa yang telah saya lakukakn?".
Kegagalan bukanlah jalan terakhir tapi masih banyak kesempatan untuk meraih kesuksesan karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Maka penulis sarankan untuk mempergunakan waktu seefisien mungkin untuk bangkit dari kegagalan. Ada baiknya kita membuat target yang lebih jitu untuk semester ke depan. Persiapannya bukan hanya menyiapkan pulpen, buku tulis, tas dan lainnya. Tapi ada satu yang paling penting dari semua itu, yaitu menentukan target untuk semester ke depan dengan cara membuat jadwal harian yang berisi tentang langkah-langkah tersebut. Nah, supaya belajar Anda lebih cepat goal-nya laksana Del Piero menendangkan bolanya ke arah gawang yang langsung gol tanpa meleset sedikitpun, simak deh tips-tips menarik yang penulis sarikan dari pendapat teman-teman mahasiswi mengenai belajar yang efektif:

1. Refresh Your Mind
Otak yang fresh adalah yang paling utama ibarat sholat tidak akan diterima tanpa wudhu. Sama halnya dengan ilmu yang tidak akan masuk tanpa otak yang fresh, karena biasanya jika otak kita jenuh pelajaran akan terasa sulit untuk dicerna, bukan? Maka sebelum belajar berwudhulah, lalu dilanjutkan dengan doa agar apa yang kita pelajari dapat bermanfaat fi ad-dunya wal akhirah. Amien.

2. Step By Step
Hindari SKS (sistem kebut semalam. Menurutnya (seorang mahasiswi, red), belajar mendadak bukanlah cara yang efektif ibarat botol air yang akan tumpah jika diisi dengan air sekaligus. Beda halnya jika diisi sedikit demi sedikt maka airnya akan memasuki botol dengan mudahnya. Artinya, belajar sekaligus akan mudah lupa tapi jika belajarnya sedikit demi sedikit akan selalu tersimpan dalam memori kita. Sebagaimana dalam mahfuzotnya: “lam yalid al-mar'u 'aliman”. So, tidak ada orang lahir tiba-tiba menjadi pintar. Its impossible, bukan?

3. Understanding The Lessons
Belajar itu memahami bukan sekedar menghafal dan menjawab soal-soal latihan. Yups, itu benar karena fungsi pertama belajar adalah untuk memahami hal-hal baru. Kita boleh hafal 100%, mengetahui 'words by words'. But…the most important is understanding. Sudahkah kita faham dengan materi-materi yang kita hafal? So, sebelum menghafal usahakan terlebih dahulu untuk memahami garis besarnya.

4. Making Note and Conclusion
Belajar yang efektif adalah dengan cara membaca ulang kembali pelajaran dengan membuat catatan dan kesimpulan dari apa yang telah kita pelajari. Logikanya, dengan merangkum pelajaran berarti kita telah memahami materi, dan jika kita telah memahami materi berarti kita telah mendapat poin dari setiap materi. Dengan itu, materi pelajaran akan mudah tersimpan di otak kita, bukan?

5. Choosing Ideal Time for study
Pilihlah waktu yang tepat yang dapat mempermudah kita dalam memahami materi. Karena waktu dan suasana tempat sangat mendukung proses belajar kita.

6. Understanding What The Teacher Wants
Cari tau apa yang diinginkan oleh guru karena ada guru yang meminta jawaban se-mafhum-nya kita dan ada pula yang meminta lafzhon bi lafzhin. Maka memahami keinginan guru juga adalah cara yang efektif dalam belajar.

7. Consistence
Usahakan untuk selalu menyediakan waktu belajar dengan cara membuat time table. Sebisa mungkin jadwal yang telah kita buat dilakukan dengan istiqomah. Walau sulit tapi inilah tugas kita sebagai mahasiswa yaitu mempelajari hal-hal yang baru. Sebagaiman ada ungkapan yang berbunyi : “Do the best you can do and Be the best you can be”. Semua orang bisa jika ia melakukannya dengan istiqomah. Coba kita lihat, tetesan air saja bisa memecahkan batu jika dilakukan secara terus menerus. Sama halnya dengan sinar matahari yang jika difokuskan ke kertas akan terbakar. Semua hal akan terasa mudah jika kita lakukan terus menerus.
Yang terpenting, semuanya tergantung dengan prioritas kita sendiri karena kita yang paling tau diri kita, sejauh mana kemampuan belajar kita. Hanya kita yang dapat mengetahui. Sedang orang lain hanya melihat dari apa yang telah kita hasilkan. Jadi, penulis sarankan untuk membuat target yang kita yakin mampu untuk meraihnya. Begitupun dengan belajar yang efektif. Maka pilihlah mana yang paling sesuai dengan kondisi kita. Selamat mencoba![]

Friday, June 29, 2007

Puisi-puisiku






Hidup,,,,,
Hidup,,,,
Bukanlah mimpi,bak negri asing tanpa nama tanpa jarak bahkan tanpa isyarat,,,
Melainkan negri yang penuh dengan liku,,,,,
Hidup,,,
Memiliki arti yang berbeda dari setiap individual
Tapi yang ku tau dalam hidup bukanlah mimpi
Walaw jarak telah membentang
kanku arungi jarak itu
Ku tau dalam hidup selalu aja ada godaan kerlipan fatamorgana
Teguhkan iman,,,
Teguhkan rasa tuk selalu mensyukuri karuniaNya
Jadikan rasa syukur itu mengalir dengan arus yang menghantam
Biarkan rasa syukur itu menjadi pelita,,,Karena rasa syukur adalah anugrah ilahi yang patut di syukuri
Islamabad27 Januari 2007




Wanita,,,
Wanita,,,bagaikan bunga di taman yang kian mewangi
Harumnya semerbak seindah taman-taman surgawi
Wanita,,,ku akui di manapun mereka berada selalu menghiasi jagat raya ini
Dialah anugrah tuhan yang patut di syukuri
Wanita,,,akankah mereka menjadi intan permata yang sulit di dapat ataukah mereka menjadi penghias hidup semata
Wanita,,,memiliki tabi'at suka berhias tapi alangkah indahnya jika kecantikan yang mereka miliki hanya tuk pendamping hidupnya kelak
Islamabad8/desember/2006

Dalam Doa,,,,
Dalam doa,,,,,ku memohon kesehatan
Namun Allah memberikanku penyakit agar aku kuat dan sabar menghadapinya
Dalam doa,,,,ku memohon kesabaran
Namun Allah memberikanku cobaan&rintangan agar aku dapat tegar menghadapinya
Dalam doa,,,,ku memohon pertolongan
Namun Allah terus memberikanku kesempatan agar aku dapat terus berusaha.
Walau ku tak pernah mendapat apa yang aku pinta
Tapi engkau tau segala yang ku butuhkan
Islamabad19/oktober/2006

Wednesday, June 13, 2007

Wnita Dambaan Umat


Oleh: Faiqotul Husna
Hello sobat2 muslimah semuanya...
Kali ini fa ingin sharing ma kalian semua tentang apa sih wanita sholehah n wanita yang Bagaimana yang dapat menjadi dambaan wanita dambaan umatnya...mau tau jawabannya??
Di mulai dengan Hadis riwayat Imam Muslim yang artinya:
“Dunia itu perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah.”Anas Ra juga menuturkan, Rasulullah Saw, pernah bersabda: “Siapa saja yang telah dikaruniai Allah wanita salehah berarti dia telah menolongnya dalam satu bagian agamanya. Oleh karena itu, hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam bagian yang kedua”. (HR al-Hakim)BERDASARKAN hadits di atas menunjukan bahwa wanita salehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. jadi bukan hanya cantik lura saja tapi alangkah cantiknya jika hati dan akhlaknya pun mendukung. Dan keinginan untuk menjadi sosok wanita shalehah haruslah terpatri dalam diri setiap muslimah. Wanita mana sih yang tidak ingin menjadi sebaik-baik perhiasan didunia ini? Lantas bagaimanakah karakter2 wanita shalehah menurut Islam?Allah Swt berfirman:“Laki-laki adalah pemimpin wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian harta mereka. Oleh karena itu, wanita yang salehah adalah yang menaati Allah dan memelihara diri ketika suami tidak ada karena Allah telah memelihara mereka” (QS.An-Nisa(4):3)Dalam ayat tersebut di atas Allah Swt menetapkan bahwa salah satu karakter wanita salehah adalah menaati Allah swt. Artinya wanita salehah hanya akan berpikir dan bertindak berdasarkan rambu-rambu dari Allah Swt. Ia akan berupaya dengan serius dan sungguh-sungguh untuk melaksanakan Islam secara kaffah (keseluruhan).Islam sebagai dien yang sempurna dan agama yang benar telah menetapkan rambu-rambu baik berupa hak dan kewajiban bagi wanita terkait dengan posisinya sebagai anak, sebagai isteri dan sebagai ibu so tergantung dari situasi dan kondisinya misalnya:Dalam pandangan Islam sebagai seorang anak, wanita berhak untuk mendapatkan nafkah yang halal, perlindungan, pengasuhan dan pendidikan yang terbaik dari orang tuanya. Pada saat yang bersamaan anak juga berkewajiban berbakti kepada orang tuanya dengan cara bergaul dengan makruf kepada mereka, tidak berkata kasar kepada mereka, memenuhi perintah mereka sepanjang tidak terkategori maksiyat.Terkait posisi wanita sebagai isteri, dalam Islam isteri berhak untuk mendapatkan nafkah, perlindungan dan pergaulan yang baik dari suaminya, berhak untuk didengarkan pendapatnya. Di saat yang bersamaan Islam mewajibkan isteri untuk berbakti dan taat kepada suami sepanjang tidak maksiyat, memelihara rumah, diri dan harta suaminya.Sebagai seorang ibu maka islam menjadikan peran sebagai ibu dan Robbatul bait adalah yang paling utama bagi wanita. Sabda Rasulullah saw: “Seorang wanita adalah pengurus rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepengurusannya” (HR.Muslim)Memang tidak dapat kita pungkiri, ibu berperan penting dalam mencetak generasi yang berkualitas. Islam menjadikan memelihara anak sejak dalam kandungan, menyusui, memelihara, merawat, mendidik anak menjadi tanggung jawab ibu.Islam juga mengatur peran publik wanita. Seorang wanita adalah bagian dari masyarakat dan bertanggungjawab bersama kaum laki-laki dalam mewujudkan masyarakat yang baik, yang mendapatkan ridho dari Allah Swt yaitu masyarakat yang menerapkan syariat Islam yang akan menebarkan rahmat bagi seluruh alam. Seorang muslimah berkewajiban untuk berdakwah, menyeru kepada Islam, mengingatkan kepada kebajikan. Dia juga tidak boleh menjadi sosok yang individualis dan egois, hanya mementingkan diri sendiri, minim empati dan tidak mau melihat persoalan orang lain. Sabda Rasulullah Saw: ”Siapa saja yang bangun pagi-pagi tetapi tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah golongan mereka” (HR Ath-Thabari)Islam telah menetapkan, seorang muslimah memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, kritik dan saran terhadap kebijkan pemerintah yang menyimpang dari syariat Islam. Oleh karena itu muslimah juga harus cerdas politik Ia harus mengetahui mana kebijakan yang keliru dan bagaimana yang seharusnya, khususnya kebijakan atau aturan yang terkait dengan peran utamanya yaitu sebagai pencetak generasi dan pengatur rumah tangga. Islam membolehkan wanita terjun ke sektor publik untuk mengembangkan potensi ataupun mengaktualisasikan dirinya sepanjang tidak melaksanakan hal-hal yang diharamkan Allah misalnya membuka aurat, berkhalwat, apalagi sampai mengabaikan kewajiban utamanya yaitu sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.Dengan demikian sosok wanita shalehah adalah sosok anak, isteri dan ibu yang taat kepada Allah, menjaga kehormatan diri dan keluarganya. Ia selalu bercermin pada sosok muslimah hasil pendidikan Rasulullah Saw. Ia mendedikasikan dirinya bagi Allah dan rasul-Nya sehingga tidak mudah terprovokasi dengan ide-ide yang justru akan menjauhkannya dari Allah bahkan menyesatkan manusia. Ia akan berdaya guna bagi dirinya, keluarganya, lingkungan sekitarnya dan bagi ummat. Ia adalah sosok daiyah yang menyeru dirinya, kelluarga dan masyarakatnya untuk berada dijalan Allah. Dia akan teguh dan istiqomah di jalan Allah walau apaun yang terjadi, baginya keridhaan Alah diatas segalanya.Memang menjadi wanita salehah tidaklah mudah, apalagi di tengah serbuan nilai dan sistem jahiliyah modern (baca Kapitalis, materialis) saat ini. Namun menjadi sosok wanita salehah bukanlah hal yang mustahil, tinggal bagaimana kita berupaya sungguh-sungguh untuk dapat mewujudkannya. Mengupayakan proses pembinaan untuk menempa diri menjadi sosok wanita salehah adalah hal yang tidak boleh ditunda-tunda untuk dilaksanakan.Pada dasarnya pembinaan kepribadian harus memperhatikan dua aspek. Pertama aspek aqliyah (pola pikir), yang kedua aspek nafsiyah (pola sikap).
Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitas aqliyah kita diantaranya:1. Mengikuti kajian-kajian ke-Islaman yang menuntun kita untuk dapat menambah pengetahuan kita tentang Islam baik tentang aqidah, hukum-hukum Islam terkait persoalan individu hingga persoalan masyarakat.2. Rajin mengasah pemikiran kita dengan mengikuti forum diskusi, seminar kajian workshop dan lain-lain, maupun dengan memperbanyak bacaan yang dapat menambah pengetahuan Islam kita ataupun pengetahuan lain yang tidak bertentangan dengan aqidah Islam.3. Senantiasa berlatih untuk menganalisa setiap masalah dan menyelesaikannya dalam sudut pandang Islam.Adapun cara untuk meningkatkan kualitas Nafsiyyah kita diantaranya:1. Meningkatkan frekuensi dan kualitas ibadah dalam rangka ketaatan terhadpap perintah Allah Swt, seperti memperbanyak sholat dan shaum sunnah disamping tetap mengerjakan shalat wajib, membaca Alquran , dan banyak bersedekah.2. Memupuk rasa tawakkal kepada Allah.3. Memupuk kesabaran dan rela terhadap qadha4. Memperbanyak dzikir dan istighfar kepada Allah5. Senantiasa tekun berlatih untuk ikhlas karena Allah Swt.6. Istiqomah untuk menyeru di jalan Allah.Dengan meningkatnya kualitas aqliyah dan nafsiyyah pada diri muslimah kita berharap dapat menjadi sosok wanita shalehah yang menjadi dambaan umat, yang akan menjadi pencetak generasi yang berkualitas serta menghantarkan umat kepada kejayaan dan kemuliaan didunia dan akhirat Insyaallah. Wahai para muslimah, mari kita segera bersama-sama untuk meraih ridho Allah dan bersama-sama menapaki jalan menuju surga-Nya! Pasti tidak ada yang lebih indah ditelinga para kita kecuali mendengar berita gembira bahwa dirinya,keluarganya, suaminya dan anak-anaknya maupun keluarga berada disurga-Nya. Wallahu a'lam.***