(01).jpg)
BUnda puis ini fa tulis hanya untuk bundaku tersayang yang telah melahirkan fa ke dunia yang penuh silauan cahaya mentari islam,,,,
Persembahan untuk bunda
Dalam heingnya malam
Dalam lubuk hati yang redam
Sinar bulanpun terus bercahaya
Hingga menyemangatkanku tuk trus berkarya
Dalam lamunan ku teringat bunda di sana
Dalam benak ku terus berkelana
Bunda ku persembahkan puisi ini untukmu
Bunda karena hari ini adalah hari kelahiranmu
Kau begitu tegar
Di atas bumi yang bundar
Karenamulah ku belajar arti hidup
Karena cahaya kasih sayingmulah tak pernah redup
Kau begitu sabar dalam merajut masa
Hinga tak kenal lelah dan putus asa
Bunda hari ini adalah hari kelahiranmu
Hingga tak kenal putus dalam doa anakmu
Anandamu yang dahulu kau timang
Kini ingin sekali melihatmu tersenyum senang
Anandamu yang dahulu kau belai
Kini sudah berperangai
buah hatimu yang selalu kau doakan dalam lautan air mata
Kini menjadikanmu belahan permata
Doa dan air matamu tak henti ku rasakan
Yang membuatku tegar dalam penjejakan
Bunda… tangisanmu tanda kasih sayang
Murkamu bumi bergoncang
Bunda… ampunilah dosa si buah hati
Biar bumi berhenti melaknati
Doaku semoga bunda slalu senang
Agar tak lagi mata berlinang
Doaku semoga senyum manis bunda selalu terpasang
Karena senyumanmu membuat padang tak lagi gersang
Setinggi gunung seluas lautan
Semua itu tak lagi jadi ukuran
Karena pengorbananmulah tak lagi ada batasan
Bagai angin yang terus berhembusan
Faiqotul husna
Islamabad(women hostel)
30/Mei/ 2007
Dalam heingnya malam
Dalam lubuk hati yang redam
Sinar bulanpun terus bercahaya
Hingga menyemangatkanku tuk trus berkarya
Dalam lamunan ku teringat bunda di sana
Dalam benak ku terus berkelana
Bunda ku persembahkan puisi ini untukmu
Bunda karena hari ini adalah hari kelahiranmu
Kau begitu tegar
Di atas bumi yang bundar
Karenamulah ku belajar arti hidup
Karena cahaya kasih sayingmulah tak pernah redup
Kau begitu sabar dalam merajut masa
Hinga tak kenal lelah dan putus asa
Bunda hari ini adalah hari kelahiranmu
Hingga tak kenal putus dalam doa anakmu
Anandamu yang dahulu kau timang
Kini ingin sekali melihatmu tersenyum senang
Anandamu yang dahulu kau belai
Kini sudah berperangai
buah hatimu yang selalu kau doakan dalam lautan air mata
Kini menjadikanmu belahan permata
Doa dan air matamu tak henti ku rasakan
Yang membuatku tegar dalam penjejakan
Bunda… tangisanmu tanda kasih sayang
Murkamu bumi bergoncang
Bunda… ampunilah dosa si buah hati
Biar bumi berhenti melaknati
Doaku semoga bunda slalu senang
Agar tak lagi mata berlinang
Doaku semoga senyum manis bunda selalu terpasang
Karena senyumanmu membuat padang tak lagi gersang
Setinggi gunung seluas lautan
Semua itu tak lagi jadi ukuran
Karena pengorbananmulah tak lagi ada batasan
Bagai angin yang terus berhembusan
Faiqotul husna
Islamabad(women hostel)
30/Mei/ 2007
No comments:
Post a Comment